Galeri

Desain Penataan Pegawai Negeri Digodok


Kamis, 04 Agustus 2011 16:39

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mulai menggodok grand de­sign atau rencana strategi pe­nataan pegawai negeri sipil di seluruh Indonesia.

“Mulai dari penerimaan sampai pensiun, termasuk honorer, dibikin strateginya dulu,”kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara E.E. Mangindaan di kantor Wakil Presiden kemarin. “Termasuk bagaimana kalau ada moratorium.”

Menurut Mangindaan, rancangan penataan akan dibuat secara detail agar urusan pegawai negeri tidak terus menjadi masalah dan membengkakkan belanja negara. Misalnya, jumlah kebutuhan pegawai tiap instansi dalam setahun. serta bagaimana memenuhi kebutuhan itu. “Dari tenaga honorer berapa, dari pelamar umum berapa,” ujar Mangindaan.

Mangindaan optimistis grand design penataan pega­wai negeri akan. selesai pa­ling lama dua bulan. “Jangan lama-lama, sehingga kita pu-nya konsep yang sama,” ujar politikus Partai Demokrat ini.

Deputi Sumber Daya Manusia Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Ramli Naibaho, mengatakan lembaganya juga tengah mendata pegawai honorer dan pegawai tidak tetap di instansi pemerintahan pusat dan daerah. Upaya itu terkait dengan rencana pengangkatan tenaga honorer menjadi pegawai tetap.

Menurut Ramli, di Jawa dan Sumatera, sejumlah te­naga honorer melebihi kebu­tuhan. Umumnya, tugas mereka hanya mengurusi administrasi. Tapi ada pula yang tugasnya hanya sebagai pembantu atau pesuruh.

Dalam rencana penataan, kata Ramli, pemerintah akan mengelompokkan secara ketat jenis pekerjaan dan penempatan pegawai yang cocok untuk pekerjaan tersebut. Jenis-jenis pekerjaan pendukung di instansi peme­rintah ada kemungkinan bakal memakai tenaga alih da­ya (outsourcing).

Sejalan dengan pengelompokan jenis pekerjaan, menu­rut Ramli, pemerintah juga memverifikasi data tenaga honorer yang akan diprioritaskan untuk diangkat. Yang bakal diverifikasi adalah keabsahan administrasi dan pembayaran gajinya.”Itu bisa selesai dalam satu bulan,” ujar dia.

Kepala Unit Kerja Presi­den Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, Kuntoro Mangkusubroto, mengatakan jumlah pegawai negeri saat ini, sekitar 4,7 juta, sudah cukup besar.

Masalahnya, persebaran jumlah pegawai negeri tidak merata di setiap daerah. Kuntoro mencontohkan, jika dibandingkan dengan jum­lah murid, jumlah guru saat ini sudah memenuhi rasio ideal. Faktanya, masih banyak daerah yang menyatakan kekurangan tenaga pengajar.

“Itulah persoalannya. Ka­lau di suatu daerah kurang, artinya di daerah lain ada penumpukan,” ujar Kuntoro.

Sumber : SKH Koran Tempo Hal. A7, 4 Agustus 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s